Story Of My Life : "Waktu SD"



Perkenalkan nama lengkap saya Katelianto, kalo kamu mikir aneh atau nggak cocok yaa aku juga mikirnya gitu tapi apa mau dikata itu nama pemberian dari orang tua. Banyak orang yang nanya arti dari nama itu, sekarang perlu ku perjelas kalo nama ku itu nggak ada arti kayak nama-nama orang yang lainnya. sejarahnya kenapa nama itu diambil karena dulunya aku dilahirkan disebuah rumah sakit yang namanya Cathelia (Sekarang Uma Iyah) mungkin karena terlalu kreatif atau apalah itu biar menghemat waktu terus nggak musingin tinggal tambah aja "Anto" belakangnya soalnya itu udah menjadi marga dari keluarga kita karena bapak dan saudaraku juga diakhiri dengan Anto jadi itu sudah menjadi marga bagi keluarga kami.

Dilahirkan 20 tahun yang lalu disebuah kota kecil bernama Tanjung, Kab. Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalo nggak percaya tempatnya ada, kamu bisa cek digoogle maps). Anak pertama dari pasangan suami-istri dan mempunya 6 orang adik yang dimana 5 nya adalah perempuan. bisa kamu bayangin gimana aku bisa hidup dalam satu rumah yang mana isi rumah itu lebih dari setengahnya adalah cewe. emang nggak enak tapi yaa udah jalanin aja. Bapak kerja diperusahaan swasta dan ibu seorang guru honorer SD, keluarga saya dibilang kaya nggak dibilang miskin yaa juga nggak kalo dibilang pass-passan iyaa.

Balik lagi ke 20 tahun yang lalu, sebelum kami menetap ditempat sekarang kami pernah tinggal dicamp tempat perusahaan kayu beberapa tahun, lalu baru pindah kerumah yang sekarang di desa Haus, RT.09, Kec. Tanta, Kab. Tabalong, Kalimantan Selatan. Ohh iyaa, kalo kamu bingung kanapa nama desanya Haus kamu bisa tanya langsung sama sesepuhnya karna kalo sama aku yaa aku mana tahu. Balik lagi ketopik, kami menetap disana sampai sekarang.

Pertamanya tinggal disitu yaa rasanya enak aja secara kan masih anak kecil mana tau rasanya susah apa nggak. menginjak umur 5 tahun aku sudah mulai masuk SD, namanya yaa pasti SD Haus karena ada didesa Haus. Karna waktu itu nggak ada TK jadi yaa udah umur 5 tahun udah SD, biar pun umur beda sama yang lain yang penting kan sekolah (biar kelihatan keren). inget banget pass kelas 1 muridnya cuman ada 5 atau 6 orang itu juga satu kelas cewe nya cuman 1 (miris yaw). 1 tahun berlalu pass pengumuman kenaikan kelas aku nggak naik kelas, yaa kamu taulah kenapa. yaa karna umurku kan belum cukup, jadi baca atau berhitung mana tau. tau nya ya main (padahal alasan biar nggk kelihatan bodoh).

Ditahun berikutnya dikelas 1 nemu teman baru lagi kalo sekarang yaa muridnya udah lumayan udah lebih 10 orang. sudah tau kan yang paling pinter dikelas ini siapa, ya udah pasti aku (kan nggak naik kelas jadi udah tau pelajarannya gimana). dibilang pinter sih nggak mungkin yang pantas itu beruntung, kenapa aku bilang gitu karna kalo pinter dari faktor keturunan kayaknya nggk mungkin soalnya orang tua ku aja semasa sekolah mana pernah juara 1-3. terus kalo faktor sering belajar juga nggak, faktanya kalo dirumah yang namanya belajar itu jarang malah jarang banget. jadi bisa juara 1 itu bisa dibilang mujizat dari Tuhan.

Lalu setahun kemudian yaa udah pasti naik kelas rangking 1 pula, gimana nggak bangga orang tua. Sampai kelas 6 pun puji Tuhan terus naik kelas dan rangking nya juga nggak keluarlah dari 5 besar bahkan pass kelas 6 bisa rangking 1 lagi. Banyak pengalaman yang mungkin nggak bisa dilupain pass SD (siapin tissu dulu takut nangis..) mulai dari punya temen yang sifatnya macam-macam, maniak main bola sampai malam, pass kelas 3 dapat guru killer (lebih dari dosen). yaa gimana nggak kiler selama setahun yang namanya ketawa pass pelajarang itu bisa kehitung jari, tapi kita tau apa yang diajarkan sama guru itu semua baik buat masa depan kita kelak (catett ini pesan moral). Seperti ada kata pepatah "Tanpa guru mau jadi apalah murid" guru itu bagaikan pelita bagi murid-muridnya. mereka mengajarkan kita banyak hal-hal baik.

Pengalaman lainnya yang mungkin nggak bisa dilupain pass waktu pramuka, ketika pramuka kita semua diwajibkan untuk mengikuti wide game (camping) disitu kita banyak belajar dan juga sekaligus melatih kepemimpinan. ada juga pengalaman pass kita kelas 3 sd, kita pernah ikut kursus bahasa inggris disekolah tetangga karna disekolah kami waktu itu belum ada guru bahasa inggris. terdengar miris tapi dengan semangat juang kami rela setiap minggu pergi kesekolah tetangga yang jaraknya lumayan demi bisa belajar bahasa inggris.

Bahkan pass kelas 6 kita juga sempat ricuh, bacok-bacokkan, betumpahan darah, mayat dimana-mana (sorry berlebihan, kebawa emosi). masalahnya sih simple cuman karna kelas 5 (ade kelas) nyapu terus debu nya dibuang kewilayah kita, yaa otomatis kita marahlah. secara kakak kelas digituin, nggak terima sama kelakuan mereka besoknya kita balas. akhirnya perang dunia antar kelas jild 1 pun terjadi, semua pada mengerahkan senjata terbaiknya mulai dari batu, panahan lidi bahkan ketapel. tapi sayangnya tidak ada pemenang dalam pertarungan ini karena pertarungan ini bersifat illegal dan ketahuan guru. yang ada malah kita yang diceramahin karna nggak bisa kasih contoh yang bagus buat ade kelas (emang lah guru mah gitu orangnya).

Udahan dulu cerita, lanjut besok-besok lagi aja. Lagi sibuk nguli juga ini...
See you guy's..


Katelianto.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »